Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Kardinal Suharyo, yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa penerbitan perangko ini merupakan kehormatan besar bagi Gereja Katolik, khususnya di Indonesia.
"Kita harapkan bukan hanya barang perangko itu yang tersebar, tetapi juga pesan yang ada di balik perangko tersebut, yaitu kehadiran pemerintah dalam perkembangan Gereja Katolik di Indonesia," ujar Kardinal Suharyo.
Kardinal Suharyo berharap kunjungan Paus Fransiskus dapat memperkuat iman umat dan mempererat persaudaraan antarwarga bangsa. "Harapannya kita semua bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang semakin beriman dan mengedepankan bela rasa, bukan hanya persaudaraan teoritis tetapi nyata dalam tindakan," tambahnya.
Direktur Pos, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, Gunawan Hutagalung, menjelaskan bahwa perangko ini juga akan diberkati oleh Paus Fransiskus saat misa suci di Gelora Bung Karno (GBK). "Perangko sebagai duta bangsa memiliki peran penting sebagai penanda sejarah bagi Indonesia," ungkapnya.
Persiapan Hampir 100%
Ketua Panitia Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia, Ignasius Jonan, menyatakan bahwa persiapan menyambut kedatangan Paus Fransiskus yang dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa (3/9/2024) hampir rampung. "Semuanya sudah siap, tinggal menyempurnakan hal-hal kecil yang perlu dikombinasikan dan disesuaikan," ujar Jonan.
Jonan juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, TNI-Polri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, dan kementerian lainnya yang terlibat dalam persiapan tersebut.
"Kami berterima kasih atas segala bentuk dukungan, baik dari sisi perizinan, finansial, spiritual, maupun media yang telah turut menyemarakkan kedatangan Paus Fransiskus," ucap Jonan.
Sebagai kenang-kenangan kunjungan Paus Fransiskus, perangko ini akan tersedia dalam pecahan Rp3.500 dan Rp40.000, dengan lembaran pecahan Rp3.500 berisi 18 perangko dijual seharga Rp63 ribu per lembar.
Jonan menambahkan bahwa penerbitan perangko khusus ini mengikuti jejak dua kunjungan Paus terdahulu ke Indonesia, yaitu Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989.
"Semoga semua berjalan lancar dan kunjungan ini menjadi momen bersejarah yang tak terlupakan bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat Katolik dan pecinta filateli," pungkas Jonan. (*)

